Home Berita Terkini

Daftar Komunitas



Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini131
mod_vvisit_counterper Hari445
mod_vvisit_counterper Minggu576
mod_vvisit_counterper Bulan8253
mod_vvisit_counterSeluruhnya507276

Berita Terkini

Dear all, Materi Presentasi Diskusi Penyakit Tidak Menular PERGIZI PANGAN Indonesia dan Unilever Indonesia dapat diunduh di link ini. Rega...

Read more
 

Jurnal Terkini

Jurnal Gizi dan Pangan merupakan publikasi resmi PERGIZI PANGAN Indonesia yang bekerjasama dengan Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas E...

Read more


Materi Presentasi Diskusi Penyakit Tidak Menular (PTM) PERGIZI PANGAN Indonesia dan Unilever Indonesia PDF Print E-mail

Dear all,

Materi Presentasi Diskusi Penyakit Tidak Menular PERGIZI PANGAN Indonesia dan Unilever Indonesia dapat diunduh di link ini.

Regards,

Panitia

 
A Journey to be Champion PDF Print E-mail

Oleh: Muhammad Nur Hasan Syah


Perjalanan hidup merupakan sebuah proses menuju kesempurnaan. Menjadi “Champion” adalah visi dari setiap orang. Hal utama yang membuat kita menjadi seorang “Champion” adalah kerja keras dan konsisten dengan perjuangan yang akan dihadapi. Kerja keras dimulai dari hal kecil sampai hal paling besar dan akhirnya mendapatkan hasil yang sempurna, seperti Steve Jobs yang memulai perusahaannya dari garasi rumah dan akhirnya menjadi sebuah perusahaan yang besar “Apple”.

 

Berbeda dengan Steve yang telah menjadi seorang “Champion”, saya masih menapaki langkah demi langkah untuk menjadi “Champion”. Langkah pertama telah saya lalui, dan selanjutnya berada pada langkah-langkah yang sangat panjang dalam proses perjuangan. Salah satu langkah yang perlu saya lalui adalah proses menjadi pemimpin, baik untuk diri sendiri dan atau orang lain. Proses ini terjadi dengan kesempatan yang mungkin tidak datang dua kali yaitu terpilihnya saya sebagai perwakilan Indonesia untuk menjadi peserta “The 1st Malaysia Nutrition Leadership Program (MyNLP)”.

 

 

MyNLP adalah program pelatihan kepemimpinan kepada nutrisionis muda yang diharapkan dapat menjadi pemimpin di masa depan. Program ini bertujuan untuk melatih fisik dan mental para peserta sehingga dapat bertahan dalam perjalanan menjadi pemimpin. MyNLP mengajarkan saya banyak hal, pelajaran pertama berasal dari sesi “Chat with the Guru” yaitu interaksi dan gambaran perjalanan inspirasi dari tokoh-tokoh sukses dalam bidang gizi di Malaysia. Pelajaran berikutnya yaitu pada sesi “Outdoor activities” yang memeberikan pelajaran tentang kerja sama tim dan memahami sesama anggota tim. Sesi ini mengajarkan bahwa dalam bekerja tim, mencapai tujuan adalah hal yang mutlak, namun dibalik itu semua anggota tim harus mengetahui prosesnya.

 

Sesi paling utama adalah “Right Leadership, Right Journey” yaitu pembekalan materi mengenai menjadi seorang “Champion”. Bekal pertama adalah mengetahui potensi diri, dari sesi ini saya mengetahui bahwa saya adalah tipe pemimpin “Nurture” yaitu pemimping yang memiliki kepedulian sosial dan fleksibel. Selanjutnya adalah “Stress Management”, sesi ini mengajarkan banyak hal mengenai bagaimana mengatur stres kita, mengenali faktor risiko stres, dan mengatasi stres dengan kegiatan positif. Sesi ini diakhiri dengan bekal menjadi seorang “Coach”, selama ini pemahaman saya tentang “Coach” ternyata berbeda dengan yang saya dapatkan pada sesi ini. Saya mendapatkan pengalaman yang menarik dari sesi ini yaitu dalam menggali potensi seseorang bukan memberitahu atau mengajarkan tetapi mengarahkannya untuk mengenali potensi dirinya sendiri.

 

Keseluruhan acara MyNLP memberikan pengalaman yang berharga bagi saya yang akan berdampak bagi kemajuan Bangsa Indonesia. Keterlibatan saya di MyNLP merupakan motivasi besar dalam hidup saya, mengajarkan bahwa membangun jejaring sangat penting dalam mengembangkan pribadi yang bermanfaat. Terakhir saya ingin mengutip dari pemateri “ No Pain, No Gain”!

 
Leading the People, Leading Change! PDF Print E-mail

Oleh: Teguh Jati Prasetyo

SEANLP merupakan salah satu kegiatan pelatihan kepemimpinan bagi para pemuda yang bergerak dibidang gizi dan ilmu terkait se-Asia Tenggara. Kegiatan SEANLP berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 4 Agustus sampai dengan 8 Agustus 2017. SEANLP kali ini sudah menginjak Batch ke 12 dengan peserta berjumlah 28 orang dari 10 negara ASEAN dari berbagai latar belakang yaitu akademisi, pemerintah, NGO dan swasta. Dengan jumlah peserta yang proporsional, kegiatan pelatihan berjalan dengan optimal dan semua peserta turut aktif terlibat pada setiap sesi yg dilaksanakan.

 

Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu outbond, ceramah dan diskusi, games, role playing, working group dan ditutup dengan penampilan seni budaya. Outbond mengajarkan kami bagaimana kami bisa bertanggungjawab, mengenal dan memahami orang lain, membangun kerjasama dan melatih keberanian. Dari kegiatan ini kami belajar bahwa mental seorang pemimpin harus kuat dalam menghadapi segala macam tantangan yang diberikan.

Selain outbond, peserta juga dibekali dengan ceramah dan diskusi serta role playing yang diberikan langsung olehi narasumber pakar dari berbagai latar belakang kaitannya dengan gizi dan ilmu terkait. Beliau-beliau adalah Prof Corazon VC Barba, Prof Khor Geok Lin, Prof Dr Hardinsyah MS, Dr Elvina Karyadi, Mark Smulder, Dr Umi Fahmida, Dr Judhiastuty, Dr Luh Ade W, Dr Risatianti Kolopaking, Dave Clark, dan Risang Rimbaatmaja.

Salah satu quotes yang disampaikan oleh Prof Corazon Barba adalah “Being a good leader means also being a good follower”. Quotes tersebut mengajarkan kepada kita bahwa sebagai seorang pemimpin itu juga perlu untuk belajar menjadi orang yang dipimpin. Sejatinya tidak akan ada pemimpin bila tidak ada orang yang dipimpin. Dengan demikian, pemimpin tahu bagaimana harus memberikan arahan kepada rekan kerjanya. Hal menarik lainnya selama pelatihan adalah suatu permainan yang dinamakan “Building the Bridge”. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 6 orang setiap kelompok. Setiap kelompok dibekali kertas koran, lakban dan gunting dan kemudian diminta untuk membuat sebuah jembatan yang kokoh dan panjang. Dalam waktu yang relatif singkat semua kelompok berlomba membangun jembatannya masing-masing. Tibalah saat penilaian dimana untuk menguji kekokohan jembatan tersebut diletakkanlah laptop di atasnya. Beruntunglah kelompok saya yang berhasil menjadi jembatan terkokoh dan terpanjang. Saya banyak belajar dari simulasi ini bahwa dalam hal kepemimpinan di kehidupan nyata, perlu membangun konsep dan strategi yang baik, pembagian jobdesk yang jelas, komando yang jelas dan tentunya kerjasama tim serta pentingnya bergerak cepat.

Di akhir acara, semua peserta SEANLP disematkan pin yang menandakan bahwa kami telah selesai mengikuti kegiatan dengan baik dan secara resmi telah bergabung menjadi keluarga besar Alumni SEANLP yang siap untuk mengepakkan sayap di bidang masing-masing. Suatu kebanggaan bagi saya bisa menjadi bagian dari keluarga besar SEANLP dan tentunya hal ini dapat terwujud atas dukungan penuh dari Prof Hardinsyah MS selaku ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia. Semoga bekal ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat dan dapat ditularkan untuk berbagi inspirasi dengan banyak orang. Kelak, semoga ini menjadi salah satu langkah kecil untuk menjadi pribadi yang bermanfaat guna memajukan bangsa Indonesia tercinta.

 
Dokumentasi Konsultasi Gizi Pada Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 PDF Print E-mail

 

 

 
Asesmen Gerakan 1000 HPK PDF Print E-mail

Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia bersama Ketua PERSAGI, Ketua PDGKI, Deputi Bidang Kesehatan Kementrian PMK, Direktur Gikes Bappenas dan peserta Asesmen Gerakan 1000 HPK dari berbagai Perwakilan Perguruan Tinggi, Pemerintah, Dunia Usaha, LSM dan Lembaga Donor. Jakarta 7 Juni 2017

 
Page 1 of 19